Zabak.id, BALI – Gubernur Al Haris menghadiri pertemuan tahunan, Asean Smart Cities Network (ASCN). Ke-6 tahun 2023 di Jembrana Bali, (12/06/2023).

Pertemuan Tahunan ASCN ini, di buka langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian. Serta di hadiri oleh perwakilan seluruh negara anggota Asean, dan negara peninjau. Seperti Jepang, Korea Selatan, Amerika, dan Uni Eropa. Serta seluruh Kepala Daerah di Indonesia.

Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Administrasi Kewilayahan (Adwil). Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Safrizal ZA mengatakan. Di Indonesia terdapat beberapa daerah, yang telah menjadi percontohan dalam ajang ASCN. Daerah tersebut yakni DKI Jakarta, Kota Makassar, dan Kabupaten Banyuwangi. Dirinya menambahkan, inti pembangunan perkotaan cerdas di Indonesia, tidak melulu berorientasi pada pemutakhiran teknologi dan digitalisasi. Melainkan hal itu menyasar pada penerapan pengelolaan perkotaan yang berfokus, pada peningkatan kemampuan pemerintah untuk dapat memahami persoalan masyarakat. Memberikan solusi, serta kemudahan.

Baca Juga :  Turlap, Komisi I DPRD Kota Jambi Tindaklanjuti Laporan Soal Hewan yang Mengganggu Kenyamanan

“Pembangunan perkotaan cerdas juga tidak harus mencontoh daerah/negara lain, karena setiap wilayah mempunyai tantangan dan karakteristik yang berbeda. Pemanfaatan digitalisasi bersifat sebagai supporting system dan pendorong, untuk mempercepat langkah-langkah yang harus di ambil oleh pemerintah. Di mana pandemi Covid-19 telah memberikan, pengalaman berharga betapa pentingnya transformasi digital,” tambah Safrizal.

 

Pentingnya Kolaborasi Dalam Mewujudkan Kota Cerdas

Sementara itu. Safrizal ZA juga menekankan pentingnya kolaborasi dalam mewujudkan kota cerdas, sesuai tujuan utama ASCN. Tujuan tersebut yakni meningkatkan kehidupan warga perkotaan ASEAN, mengingat peluang dan tantangan yang di timbulkan, oleh urbanisasi serta digitalisasi yang cepat. Menurutnya, upaya itu dapat di capai dengan lebih berfokus pada berbagai isu lebih spesifik yang berkembang di sektor perkotaan, seperti pemberdayaan UMKM, pengurangan emisi karbon, pembangunan berkelanjutan, transportasi terpadu, dan kemudahan berusaha.

Baca Juga :  Ketua Fraksi PAN Fadli Sudria Dukung Gubernur Jambi Bangun Stadion di Muaro Jambi

“Sebagai keramahtamahan negara kita selaku tuan rumah, nanti seluruh delegasi akan di ajak ke Desa Penglipuran di Kabupaten Bangli, Bali. Desa adat ini di nobatkan sebagai desa terbersih di dunia, memiliki hutan bambu yang jadi pelindung desa. Dan dapat menjadi salah satu percontohan smart village berbasis kearifan lokal,” tandas Safrizal.

Gubernur Al Haris berharap, Provinsi Jambi mendapatkan giliran menjadi Pilot Project ASCN.

“Kita berharap Provinsi Jambi juga pada gilirannya menjadi Pilot Proyek ASCN setelah Provinsi DKI Kota Makasar dan Kab Banyuwangi oleh Ditjen Bina Administrasi Wilayah Kementrian Dalam Negeri. Karena Smart City dapat mendorong partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan dan ikut terlibat dalam perencanaan dan pelaksanaan kebijkan publik serta meningkatkan kesadaran serta sence of belonging atau rasa memiliki terhadap kemajuan suatu kota/kab serta provinsi. ” Pungkas Al Haris.(*/adv)