Abrasi Pantai Air Hitam Laut, Dimana Pemerintah Selama ini?

Sabtu, 15 Juni 2024 - 18:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Zabak.id, TANJAB TIMUR – Kita harus banyak belajar dari rangkaian peristiwa “Bencana Alam” yang telah meluluh lantakkan negeri ini, dimana tidak sedikit korban jiwa dan kerugian harta benda harus tergerus akibat dahsyatnya Penomena Alam akibat sirkulasi Perubahan Iklim (Change Climate) dan Pemanasan Global (Global Warming) merupakan sebuah ancaman yang sulit untuk di prediksi oleh siapa pun, meskipun Badan Meteriologi dan Klimatologi Geofisika (BMKG) merupakan salah satu lembaga yang memiliki kewenangan dalam prediksi persoalan cuaca dan Penomena Alam yang terjadi di negeri ini.

Pertanyaannya adalah siapa yang harus kita salahkan????.

Kasus abrasi pantai misalnya yang terjadi di wilayah pesisir pantai Desa Air Hitam Laut, Kecamatan Sadu Kabupaten Tanjung Jabung Timur, merupakan satu dari sekian banyaknya wilayah pesisir pantai yang mengalami tingkat abrasi yang sudah sangat memprihatinkan bagi kita semua, dimana banyak lahan masyarakat yang bernilai ekonomis harus terbuang ke laut secara cuma-cuma.

Baca Juga :  Budi Setiawan Melawan Surat Persetujuan DPP Golkar

Apalagi dari panjang garis pantai provinsi Jambi secara keseluruhan mencapai lebih kurang 219 kilometer, 90% atau 191 kilometer berada di wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Timur, sementara sisanya sepanjang lebih kurang 28 kilometer berada di wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Fenomena Alam sudah menjadi perbincangan hangat bagi sejumlah aktivis penggiat lingkungan yang ada di planet bumi. Mereka begitu fokus melakukan penelitian dan kajian terhadap dua persoalan, yaitu masalah perubahan iklim (Climate change) maupun pemanasan global (global warming), terutama mengamati persoalan tentang mencairnya bongkahan es yang ada di kutub Antartika , sehingga di khawatirkan dapat menenggelamkan sejumlah kota-kota besar di dunia akibat tingginya permukaan air laut.

 

Kondisi Abrasi Pantai Desa Air Hitam Laut (Dok: Arie Suryanto);

Kasus abrasi pantai yang terjadi di Desa Air Hitam laut maupun di sejumlah wilayah pantai di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, bukanlah kali pertama terjadi, namun sudah berlangsung cukup lama dan terkesan sudah terjadi pembiaran dan bahkan pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur dalam hal ini Dinas Lingkungan hidup, Dinas Kelautan dan Perikanan saya pastikan tidak memiliki data-data abrasi pantai yang ada di Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Baca Juga :  DPRD Provinsi Jambi Paripurna Mendengar Pidato Kenegaraan Presiden dan Penyampaian RUU APBN TA 2022

Hasil investigasi lapangan terkait abrasi yang terjadi di wilayah Desa Air Hitam Laut, dimana tersapunya sejumlah rumah masyarakat yang ada di bibir pantai, tidak terlepas dari adanya hantaman gelombang pasang laut, akibat Tanjung yang ada di Muara Sungai Air Hitam Laut ikut terkikis akibat abrasi pantai yang tidak terelakkan lagi.

Seharusnya Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Kelautan Perikanan Kabupaten Tanjung Jabung Timur hendaknya melakukan kajian dan mengambil data-data terkait penyebab kerusakan lingkungan di wilayah tersebut maupun yang ada di wilayah lainnya.

Baca Juga :  Aset Desa Dihancurkan oleh Kontraktor Tanpa Pemberitahuan, Kades Ture Berang

Untuk penangan kerusakan lingkungan di wilayah pesisir Kabupaten Tanjung Jabung Timur, perlu ada penanganan secara serius, yaitu dengan membangun Alat Pemecah Ombak (APO) berupa batu Bronjong yang di pasang di bibir pantai sepanjang lebih kurang 200 meter menjorok kelaut sebagai benteng pengaman terhadap rumah-rumah yang ada di bibir pantai.

Seharusnya Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Kelautan Perikanan, menggandeng para stakeholder yang peduli lingkungan untuk duduk bersama mengkaji berbagai persoalan yang berkaitan tentang bagaimana pengelolaan lingkungan di wilayah pesisir, bukan menjadikan aktivis lingkungan sebagai lawan akibat kritikan yang selama ini menjadi sorotan.

Semoga dengan adanya narasi ini, di harapkan mampu bersama-sama mengatasi persoalan abrasi yang terjadi di wilayah pesisir di Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Tidak ada yang harus kita salahkan, namun yang terpenting bagaimana kita menyelamatkan.(Arie Suryanto)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Zabak.id.

Berita Terkait

Kejari Tanjab Timur Tetapkan 4 Tersangka Kasus Korupsi di MAN 2
Gubernur Harap Jemaah Haji Jadi Suri Teladan Positif Dilingkungan
Bukti Komitmen Pemprov Jambi Lawan Narkoba, Gubernur Beserta Punggawanya di Tes Urine
Selama 22 Tahun Mengabdi Untuk Negeri, SKK Migas Beri Kontribusi Total Senilai 5.045 Triliun
Lewati 22 Tahun Pengabdian Bagi Ibu Pertiwi, SKK Migas Rencanakan 138 Proyek Bernilai 543 Triliun
Al Haris Tergugah Hatinya Dengan PSHT Tanjab Timur
Ketua Kelompok Tani Binaan Pertamina EP Jambi Jadi Petani Berprestasi Kabupaten Batanghari
Diza dan Laza Kembali Akan Memuliakan Keturunan NH Sang Saudagar Dermawan yang Melegenda

Berita Terkait

Jumat, 19 Juli 2024 - 01:03 WIB

Kejari Tanjab Timur Tetapkan 4 Tersangka Kasus Korupsi di MAN 2

Kamis, 18 Juli 2024 - 10:59 WIB

Gubernur Harap Jemaah Haji Jadi Suri Teladan Positif Dilingkungan

Rabu, 17 Juli 2024 - 19:46 WIB

Bukti Komitmen Pemprov Jambi Lawan Narkoba, Gubernur Beserta Punggawanya di Tes Urine

Rabu, 17 Juli 2024 - 09:05 WIB

Selama 22 Tahun Mengabdi Untuk Negeri, SKK Migas Beri Kontribusi Total Senilai 5.045 Triliun

Rabu, 17 Juli 2024 - 08:59 WIB

Lewati 22 Tahun Pengabdian Bagi Ibu Pertiwi, SKK Migas Rencanakan 138 Proyek Bernilai 543 Triliun

Selasa, 16 Juli 2024 - 13:18 WIB

Ketua Kelompok Tani Binaan Pertamina EP Jambi Jadi Petani Berprestasi Kabupaten Batanghari

Senin, 15 Juli 2024 - 09:55 WIB

Diza dan Laza Kembali Akan Memuliakan Keturunan NH Sang Saudagar Dermawan yang Melegenda

Minggu, 14 Juli 2024 - 08:10 WIB

Gubernur Al Haris Dampingi Mendag Zulhas Lepas Ekspor Pinang Jambi ke Arab Saudi dan Bangladesh

Berita Terbaru