Zabak.id, TANJAB BARAT – Sekretaris Daerah Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Agus Sanusi, mewakili Bupati Tanjab Barat, Anwar Sadat, untuk menghadiri launching Sekolah Siaga Kependudukan (SSK), di SMA Negeri 2 Tanjab Barat, Kamis (13/10/2022).

Turut hadir pada acara tersebut, Kepala perwakilan bkkbn provinsi jambi, Kepala dinas P3AP2 Provinsi Jambi, Kepala dinas pendidikan provinsi jambi, Kepala Dinas P3AP2KB Kabupaten Tanjabbar, Kemenag Tanjabbar, Camat tungkal ilir, Kepala Puskesmas Tungkal I, Kepala Sekolah SMA Negeri 2 beserta Majelis Guru, Perwakilan Dandim 0419/Tanjab, Serta para siswa dan siswi SMA 2 Kuala Tungkal.

Baca Juga :  Kenaikan BBM dan Inflasi, Al Haris Ajak Mahasiswa dan Ormas Berdialog Mengenai Kondisi Bangsa

Sekda Tanjabbar, Agus Sanusi, dalam sambutan Bupati menyampaikan, bahwa pelaksanaan SSK bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang kependudukan kepada para siswa di lingkup sekolah.

“Kami merasa bangga dan turut bergembira atas ditunjuknya SMA Negeri 2 Tanjabbar oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk Provinsi Jambi, sebagai rintisan SSK, yaitu sekolah yang mengintegrasikan pendidikan kependudukan dan keluarga berencana kedalam beberapa mata pelajaran,” kata Sekda, menyampaikan sambutan Bupati.

“Selain itu, juga terdapat pojok kependudukan sebagai salah satu sumber belajar peserta didik untuk berdiskusi, berkreasi dan menambah wawasan kependudukan,” sambungnya.

Baca Juga :  Sekda Tanjabbar Virtual Roving Seminar Kekayaan

Sekda berharap, hal tersebut menjadi inspirasi bagi para siswa dan siswi dalam menambah wawasan pengetahuan tentang kependudukan, disamping itu juga dapat dijadikan sebagai pusat informasi dan konseling bagi para murid, sehingga yang terbentuk akan mewujudkan remaja remaja yang bersikap dan berperilaku sesuai dengan norma agama dan norma sosial.

Dikatakan Sekda, bahwa SSK merupakan bentuk upaya menekan permasalahan kependudukan. Menurutnya, minimnya informasi yang di dapatkan oleh generasi muda akan masalah kependudukan, kesehatan reproduksi, dan generasi berencana menyebabkan tingginya angka pernikahan dini yang jelas berdampak buruk bagi generasi muda milenial.(mal).

Baca Juga :  Sinergi Kades dan BPD Menuju Desa Mandiri: Sekda Tanjung Jabung Barat Berikan Arahan Dalam Rakor