Zabak.id, JAMBI – Rasa aman untuk masyarakat sepertinya hanya sekedar selogan dan ceremonial untuk lembaga keamanan di seluruh Provinsi Jambi, hal ini dibuktikan dengan berbagai problem ataupun kasus yang terjadi di beberapa daerah namun tidak kunjung ditemui penyelesaiannya. Dimulai dari kasus krimininal, pelecehan, dan kekerasan, masyarakat yang menjadi korban yang sudah melaporkanpun mengeluh dengan proses yang sudah dilakukan pihak berwenang karena setiap di konfirmasi pihak berwenang hanya menjawab “masih dalam proses penyidikan”.
Beberapa kasus yang bisa kita lihat yaitu kasus adik kecil KY yang meninggal di safety tank hingga hari ini sudah menginjak tiga bulan kasus ini dan sudah disuarakan oleh beberapa komunitas dan OKP yang peduli terhadap kasus tersebut namun belum ada juga titik penyelesaian bahkan tidak ada laporan hasil proses penyidikan yang dilakukan oleh pihak berwenang padahal kasus ini sudah ditangani langsung oleh polda Jambi, berdasarkan jawaban mereka selalu dalam proses penyidikan. Kemudian kasus terbaru yaitu pelecehan mahasiswi magang di Rs. Raden Mattaher yang diduga dilecehkan oleh pekerja di Rs tersebut yang sudah dilaporkan pihak korban ke polresta Jambi namun belum ada laporan proses penyidikan kepada korban hari ini dari polresta Jambi.
Dari kasus yang sudah disebutkan ini membuktikan bahwa pihak kepolisian tidak serius dalam menangani kasus-kasus yang terjadi di Provinsi Jambi. Dibuktikan dengan beberapa kasus yang tidak ada titik penyelesaiannya hingga hari ini. Lalu rasa aman yang seperti apa yang ditawarkan oleh pihak kepolisian di Provinsi Jambi hari ini? Dari daerah hingga kota d Provinsi Jambi sudah tidak ada lagi rasa aman yang bisa di rasakan masyarakat. Pihak kepolisian diharapkan segera menyelesaikan kasus-kasus tersebut agar tidak terjadi lagi dan lagi kasus-kasus lain di daerah dan kota di Provinsi Jambi. Supaya tufoksi pemberi rasa aman itu benar-benar menjadi kerja nyata kepolisian.
Oleh : Pitriya (Ketua Umum Kohati Badko HMI Provinsi Jambi).