Pansus Konflik Lahan DPRD Provinsi Jambi Terus Dalami Kasus SAD di Merangin-Sarolangun

Selasa, 15 Februari 2022 - 12:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Zabak.id – Pansus Konflik Lahan DPRD Provinsi Jambi terus mendalami persoalan konflik yang terjadi antara warga Suku Anak Dalam (SAD) dan pihak perusahaan PT.SAL. Setelah mengambil keterangan dari pihak SAD beberapa watu yang lalu, kali ini giliran Pemerintah Kabupaten Sarolangun dan Merangin yang dipanggil pihak Pansus.

Dua pemda tersebut merupakan wilayah dimana tempat SAD dan perusahaan berkonflik.

Dalam diskusi yang dilakukan di Gedung DPRD Provinsi Jambi, Ketua Pansus Konflik lahan, Wartono menanyakan beberapa persoalan yang sempat dilaporkan oleh warga SAD beberapa waktu yang lalu.“Apakah benar Komans HAM pernah menyelidiki persoalan ini,” tanya Wartono dalam diskusi yang berlangsung pada Selasa (15/02/2022).

Pihak Pansus, kata Wartono, akan mempertimbangkan semua keterangan dan bukti-bukti yang diperoleh sebelum mengambil kepetusan untuk dijadikan rekomendasi kepada pihak Pemerintah.

Baca Juga :  Agus Rama Ucapkan Selamat Hari Kesaktian Pancasila

“Kita tidak akan mudah terpropokasi. Kita akan membuat keputasan berdasarkan bukti yang ada,” tegasnya.

Menjawab pertanyaan dari Ketua pansus, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Merangin tidak menampik jika persoalan konflik lahan antara warga SAD dan PT. SAL pernah diselidiki oleh Komnas HAM Republik Indonesia.

“Namun hasil dari penyelidikan Komnas HAM menyimpilkan tidak ada konflik antara warga SAD di Merangin dengan pihak perusahaan,” terang Sekda Merangin, Fajarman.

Sebelumnya, perwakilan warga SAD yang juga sempat memenuhi undangan Pansus Konflik lahan DPRD Provinsi Jambi beberapa waktu yang lalu menjelaskan jika dulunya lahan ribuan hektar yang digarap oleh PT. SAL merupakan lahan tempat tinggal mereka sekaligus sumber pencaharian mereka.

Namun, kata warga SAD, situasi berubah saat pemerintah memberikan ijin kepada PT SAL menggarap lahan yang menurut mereka adalah hutan ulayat mereka. Selain kehilangan hutan, mereka juga susah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga :  Ketua DPRD Tanjabtim Sambut Masukan HMI Cp Tanjabtim

“Bagaimana kami mau makan kalau binatang buruan itu sudah tidak ada lagi. Bagaimana keberlangsungan anak cucu kami,” keluhnya.

Ia tidak memungkiri, selama ini pihak perusahaan memang memberikan bantuan. Namun pemberian itu dinilai tidak memadai.“Kami diberi beras 10 kg juga gula setiap bulannya. Tapi apakah cukup,” tegasnya.

Untuk itu, dia berharap agar pemerintah dapat memberikan solusi dalam menyelesaikan persoalan yang sudah berlangsung cukup lama.“Orang luar dikasih (bentuk plasma), kami yang tinggal dari nenek moyang kami tidak.

Sementara itu, Perwakilan Warsi yang ikut mendampingi warga SAD, Robert menuturkan jika pihak perusahaan pernah memberikan Konfensasi saat akan menggarap hutan yang dihuni SAD itu dulu.

Konpensasi katanya, berupa lahan seluas 2 hektar per KK, akan tetapi dari keseluruhan warga SAD yang ada di sana hanya 37 KK yang diberikan.“Itupun bukan pemberian akan tetapi hutang,” tegasnya.

Baca Juga :  Hairul Suhairi di Lantik Gubernur Al Haris Lantik Jadi Direktur Utama Bank Jambi

Oleh karena tidak mampu bayar, lanjut Robert, akhirnya warga SAD menjual lahan tersebut.

Saat ini, lanjut Robert, Warga SAD bertahan dengan mendirikan tenda-tenda didalam lahan perusahaan yang dulunya adalah hutan mereka. Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, Ribet menyebutkan warga SAD mengambil buah sawit perusahaan yang jatuh untuk dijual.

“Namun mengambil brondol inilah yang sering menyebabkan konflik karena pihak perusahaan melarang,” sebutnya.

Robert mengaku sudah berusaha mencari jalan keluar untuk mengatasi persoalan tersebut. Namun sampai saat ini belum membuahkan hasil yang memuaskan.

“Kami sudah lapor pak Bupati, Pak Gubernur, BPN Pusat bahkan sampai ke Komnas HAM,” bebernya.(us/adv)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Zabak.id. Mari bergabung di Channel Telegram "Zabak.id", caranya klik link https://t.me/zabak.id, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Berita Terkait

Momentum Idul Adha, DPW PAN Provinsi Jambi Lakukan Penyembelihan Hewan Kurban
Idul Adha, PWI Provinsi Jambi Potong Dua Sapi Qurban
Abrasi Pantai Air Hitam Laut, Dimana Pemerintah Selama ini?
Informasi Simpang Siur, Sebanyak 8 DPC dan 83 DPRt PAN Tanjab Timur Nyatakan Dukungan ke Dilla Hich
Wagub Sani Ajak Masyarakat Makmurkan Masjid
DPRD Provinsi Jambi Minta Bappenas Segera Bangun Infrastruktur Jalan dan Jembatan Ujung Jabung
Al Haris Merasa Terharu Dapat Dukungan Ribuan Milenial
Suara Ribuan Milenial Menggema Menangkan Al Haris-Sani Lanjutkan Jambi Mantap Jilid II

Berita Terkait

Selasa, 18 Juni 2024 - 11:13 WIB

Momentum Idul Adha, DPW PAN Provinsi Jambi Lakukan Penyembelihan Hewan Kurban

Senin, 17 Juni 2024 - 21:00 WIB

Idul Adha, PWI Provinsi Jambi Potong Dua Sapi Qurban

Minggu, 16 Juni 2024 - 09:11 WIB

Sebanyak 9 Pesantren MSB Akan Ramaikan Pawai Obor Sambut Hari Raya Idul Adha 1445 H

Sabtu, 15 Juni 2024 - 18:14 WIB

Momen Idul Adha 1445 H, MW KAHMI Jambi Kurban 4 Ekor Sapi dan 4 Ekor Kambing

Sabtu, 15 Juni 2024 - 18:09 WIB

Abrasi Pantai Air Hitam Laut, Dimana Pemerintah Selama ini?

Jumat, 14 Juni 2024 - 22:41 WIB

Berikut Jadwal dan Siaran Tayang Piala Eropa 2024

Jumat, 14 Juni 2024 - 21:20 WIB

Wagub Sani Ajak Masyarakat Makmurkan Masjid

Jumat, 14 Juni 2024 - 21:15 WIB

DPRD Provinsi Jambi Minta Bappenas Segera Bangun Infrastruktur Jalan dan Jembatan Ujung Jabung

Berita Terbaru

BERITA

Idul Adha, PWI Provinsi Jambi Potong Dua Sapi Qurban

Senin, 17 Jun 2024 - 21:00 WIB