Membangun Empati dan Kepedulian di Era Digital

Senin, 25 Maret 2024 - 14:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Yulfi Alfikri Noer S.IP., M.AP

Tenaga Ahli Gubernur Bidang Tata Kelola Pemerintahan

Zabak.id, OPINI – Menumbuhkan sikap empati dan kepedulian terhadap sesama di era teknologi informasi memerlukan pendekatan yang berbeda dari yang diharapkan di masa lalu. Kehidupan di era digital telah membawa perubahan besar dalam cara kita berinteraksi dan berkomunikasi. Kemajuan teknologi, terutama perangkat gadget yang semakin canggih, telah mengubah lanskap sosial dan mempengaruhi perkembangan emosional manusia. Salah satu dampak yang menjadi perhatian adalah berkurangnya rasa empati pada generasi muda yang semakin terkungkung dalam dunia gadget. Empati adalah kemampuan manusia untuk memahami dan merasakan perasaan dan pengalaman orang lain. Hal ini sangat penting dalam membentuk hubungan yang sehat seperti, membangun koneksi emosional, mendorong kepedulian sosial, meningkatkan rasa solidaritas, dan lainnya.

Baca Juga :  Zaken Kabinet ?

Namun, dengan meningkatnya ketergantungan pada gadget seperti smartphone, tablet, dan komputer, generasi muda justru sering kali terjebak dalam dunia virtual yang mengarah pada hilangnya kontak langsung dengan orang lain yang berada di sekitarnya. Hal ini memunculkan masalah baru mengingat generasi muda merupakan generasi penerus bangsa yang perlu memiliki rasa empati dan kepedulian terhadap sesamanya.

Interaksi sosial yang dilakukan melalui gadget sering kali terbatas pada pesan teks, obrolan singkat, atau komunikasi online yang minim ekspresi emosional. Generasi muda mungkin kehilangan kemampuan untuk membaca bahasa tubuh, ekspresi wajah, dan intonasi suara yang penting dalam memahami perasaan orang lain. Hal ini dapat memicu berkurangnya kemampuan mereka untuk merespons dengan rasa empati.

Baca Juga :  Dinas PUPR Provinsi Jambi Matangkan Persiapan Pembangunan Stadion Center

Terjebak dalam dunia maya yang terkadang penuh dengan perbandingan sosial, penghakiman, dan kekerasan, generasi muda dapat menjadi kurang peka terhadap perasaan orang lain di sekitarnya. Mereka mungkin lebih fokus pada eksistensi online mereka sendiri daripada mengembangkan empati terhadap orang lain di dunia nyata. Ketergantungan pada gadget dapat menyebabkan isolasi sosial yang lebih besar. Generasi muda yang sudah terisolasi mungkin lebih memilih berinteraksi dengan perangkat mereka daripada terlibat langsung dalam kegiatan sosial maupun berinteraksi dengan orang yang berada didekatnya.

Konten digital seperti game, video, dan media hiburan online sering kali tidak memperkuat nilai-nilai empati. Kekerasan, perilaku tidak empatik, dan pesan yang merendahkan dapat mempengaruhi pemahaman dan sikap generasi muda terhadap orang lain. Terlalu sering melihat konten semacam ini dapat mengurangi rasa empati dan rasa kepedulian mereka terhadap perasaan dan kebutuhan orang disekitarnya.

Baca Juga :  Opini Pagi : Asas Contrarius Actus

Untuk memperkuat rasa empati pada generasi muda yang terkungkung dalam gadget, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan. Pendidikan tentang empati di sekolah dan di rumah harus memberikan perhatian khusus pada nilai-nilai empatik. Generasi muda perlu diajarkan tentang pentingnya memahami perasaan orang lain, menghargai perbedaan, dan berempati terhadap pengalaman orang lain. Mendorong generasi muda untuk terlibat dalam kegiatan di dunia nyata, seperti kegiatan sosial, sukarela, atau kegiatan kelompok, akan memberikan kesempatan bagi mereka untuk mempraktekkan empati secara langsung. Memfasilitasi diskusi dan refleksi juga dapat membantu meningkatkan kesadaran empati.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Zabak.id. Mari bergabung di Channel Telegram "Zabak.id", caranya klik link https://t.me/zabak.id, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Berita Terkait

Gubernur Al Haris Kukuhkan Gugus Tugas Bisnis dan HAM Provinsi Jambi
Gubernur Al Haris: Pemprov Jambi dan Kabupaten/Kota Butuh Pembinaan KPK
KPU Kota Jambi Akan Rekrut Ulang Petugas Adhoc untuk Pilkada
Demokrat Kota Jambi: Budi Setiawan yang Pertama Mungkin Ini Kode
Ketua DPRD Jambi Hadiri Pernikahan Putri Sulung Gubernur Jambi
Rebut Hadiah Jutaan Rupiah Dalam Sayembara Maskot dan Jingle KPU Provinsi Jambi
Gubernur Al Haris Apresiasi 25 Siswa SMA Negeri 2 Masuk PTN Favorit
Hadiri Harlah IKPMS ke-50, Gubernur Al Haris Puji Semangat dan Komitmen Mahasiswa Desa Simbur Naik

Berita Terkait

Rabu, 24 April 2024 - 23:29 WIB

DPC PPP Tanjabbar Buka Pendaftaran Untuk Putra Putri Terbaik Daerah di Pilkada

Rabu, 24 April 2024 - 13:17 WIB

Aynur Ropik Turut Mendaftar di PKS Untuk Maju Sebagai Kepala Daerah di Tanjab Timur

Selasa, 23 April 2024 - 21:45 WIB

Polsek Jelutung Lakukan RJ Terhadap Seorang Bapak Curi Susu Untuk Anak, Kapolresta Jambi Serahkan 13 Kotak Susu

Selasa, 23 April 2024 - 20:40 WIB

H Bakri Kembali Sukses Perjuangkan Empat Ruas Jalan Untuk Tanjab Timur, Berikut Lokasinya!

Selasa, 23 April 2024 - 20:18 WIB

Al Haris Susul Romi Daftar ke Demokrat

Selasa, 23 April 2024 - 16:51 WIB

Gubernur Al Haris: Pemprov Jambi dan Kabupaten/Kota Butuh Pembinaan KPK

Selasa, 23 April 2024 - 16:30 WIB

Polsek Mendahara Ilir Amankan 30 Dus Steafoam Dalam Speed Boat Berisikan Baby Lobster

Selasa, 23 April 2024 - 13:21 WIB

Bawaslu Tanjab Timur Rekrut Ulang Petugas Panwascam, Berikut Jadwalnya;

Berita Terbaru

BERITA

Al Haris Susul Romi Daftar ke Demokrat

Selasa, 23 Apr 2024 - 20:18 WIB