KAMI Sebut Indeks Demokrasi di Indonesia Menurun, Akibat di ‘Bajak’ oleh Elite Politik

Zabak.id – Ketua Umum Kaukus Anak Muda Indonesia (KAMI) Abdul Rosyid T. Walid mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk mengawal jalannya demokrasi di Indonesia yang sedang di ‘Bajak’ oleh elite parpol penguasa.

Beberapa bulan yang lalu freedom house, IDI dan juga ecomist Inteiligence Unit mengeluarkan rilis mengenai turunnya indeks demokrasi di Indonesia. Hal ini yang diakibatkan oleh menguatnya polarisasi dan juga lemahnya institusi partai politik yang mengakibatkan mundurnya demokrasi secara substantif’.

Hingga akhir ini freedom house masih melihat fenomena mengenei korupsi yang sistemik, diskriminasi dan kekerasan dari kelompok minoritas, ketegangan di papua dan juga mengenei populisme agama sering dipolitisasi oleh elite politik untuk meraih simpatik dan melanggenggkan kekuasaanya.

Baca Juga :  Ketua DPD Partai Hanura Jambi Keluarkan SK PLT ke DPC Kota Jambi

Menurut rosyid untuk memperbaiki sistem demokrasi di Indonesia, “seharusnya perlu adanya sanksi moril kepada partai politik agar tidak semena-mena dalam membantu kinerja pemerintahan. Sebagai kasus korupsi Bansos oleh kemensos dari representasi Partai PDIP dan juga ekspor Lobster di kementerian KKP dari representasi Partai Gerindra,” jelasnya

Rosyid juga menekankan “seharusnya Partai tersebut tidak perlu diberikan jatah kursi menteri lagi, karena telah mencederai marwah dari kinerja Pemerintahan Jokowi,” tegas Rosyid saat dihubungi awak media, Rabu (30/12/2020) siang.

Baca Juga :  Ketua Umum dan Pengurus DPP Hadiri Konsolidasi PAN di Jambi

Dalam kasus kebebasan masyarakat, pihaknya menghimbau agar para stakeholder untuk menjaga statemen di media agar tidak merisaukan masyarakat.

“beberapa stakeholder pemerintah saat ini terlalu eksis mengeluarkan statemen di media sehingga menimbulkan banyak kontroversi di masyarakat, seharusnya stakeholder tidak membuat gaduh media sosial ” kata Rosyid Di Jakarta kemarin.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.