Zabak.id, TANJAB TIMUR – Kondisi kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjab Timur) masih tergolong rendah, pasalnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) daerah ini berada diangka paling rendah dari semua kabupaten yang ada di Provinsi Jambi.
Dalam menentukan IPM ada ada 3 indikator diantaranya: kesehatan, pendidikan dan ekonomi.
Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Persiapan Tanjung Jabung Timur melalui Ketua Umumnya Jumardi mengatakan bahwa data yang dirilis oleh Ombudsman Perwakilan Jambi bahwa ada 2.422 anak putus sekolah di Tanjab Timur dari tingkat SD,SMP, SMA.
“Kami menilai angka ini sangat tinggi untuk anak putus sekolah, dengan fungsi pengawasan DPRD harusnya merespon hal tersebut, jangan sampai ini dianggap biasa-biasa saja dan seolah-olah ini bukan persoalan serius,” ujarnya dengan nada agak sedikit kesal pada saat audiensi bersama Ketua dan Anggota DPRD Tanjab Timur, Senin (03/10) lalu.
Lalu Jumardi mempertanyakan kepada legislator tersebut, sudah sejauh mana Anggota DPRD Tanjab Timur menjalankan fungsinya sebagai pengawas eksekutif dalam hal ini bidang yang memiliki mitra dalam pendidikan?
“Sejauh ini apa upaya yang dilakukan untuk mengatasi anak putus sekolah di tanjab timur, seharusnya ada penjelasan secara pasti oleh dinas pendidikan jika angka tersebut benar atau tidak benar ya silahkan disampaikan secara publik karena mereka mempunyai wewenang untuk menjawab itu,” pungkasnya.
Selanjutnya, Ketua DPRD Tanjab Timur Mahrup menjawab segala pertanyaan yang diajukan oleh kader HMI tersebut, bahwa pihaknya akan segera ditindaklanjuti dengan pihak yang menaungi dalam hal ini dinas Pendidikan.
“Akan kami telusuri dan konfirmasi dinas terkait betul apa tidaknya data Anak putus sekolah tersebut, sebenarnya anggaran pendidikan dari pusat itu 20% dan pemerintah daerah Tanjab Timur (DPRD) sepakat untuk dinaikkan jadi 26% dari APBD,” jelas Mahrup.(us)