Zabak.id, JAKARTA – Elektabilitas Partai Amanat Nasional (PAN) dalam hasil survei Litbang Kompas naik meroket menjadi dua kali lipat. Tingkat keterpilihannya menjadi 3,2% pada riset Mei 2023 dari sebelumnya (Januari) sebesar 1,6%.

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, mengatakan, elektabilitas PAN bisa lebih tinggi dari hasil survei Litbang Kompas. Hal ini kata dia berdasarkan hasil penelitiannya.

“Khusus PAN, di pengalaman survei kita, cenderung berada di bawah angka faktual di perolehan suara pemilu. Artinya, temuan kenaikan dalam survei Kompas ini bisa saja dibaca lebih optimis, yaitu kenyataannya bisa di atas angka kenaikan tersebut,” ujarnya dikutip di Jakarta, Kamis (25/5/2023).

Baca Juga :  Waka DPRD Provinsi Jambi Sebut akan Tingkatkan Pengawasan Usai Mengetahui BPK Memiliki Temuan

Menurut Burhanuddin, kenaikan dukungan publik terhadap PAN tidak lepas dari berbagai strategi yang dilakukan Ketua Umum Zulkifli Hasan alias Zulhas. Salah satunya, mendorong pengurus daerah agar bekerja maksimal.

“Gerakan tersebut mempunyai daya ungkit di kalangan pemilih untuk memilih PAN,” katanya.

Selanjutnya, kata dia adalah kinerja Zulhas sebagai Menteri Perdagangan (Menag). Karena posisi pembantu Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu bisa menjangkau semua level masyarakat sehingga mengerek elektabilitas PAN.

“Beberapa wilayah besar menjadi perhatian dan kerja-kerja untuk kepentingan elektoral ini terus berlangsung,” ucapnya.

Baca Juga :  Zumi Laza Turut Berbelasungkawa Atas Wafatnya Rektor UIN STS Prof As'ad Isma

Dia meyakini, luasnya akses Zulhas selaku Mendag menjangkau seluruh kalangan dan dilakukan secara berkesinambungan bakal mengingatkan ulang pemilih lama untuk kembali memilih PAN.

Hal senada juga disampaikan Direktur Eksekutif Trust Indonesia Azhari Ardinal meyakini meningkatnya elektabilitas PAN karena kinerja Zulhas dalam mengendalikan harga pangan.(*/ko)